Takdir Tidak Pernah Salah Alamat
Penulis : Muhamad A
istanadailynews.com- Ada masa ketika hidup terasa seperti jalan memutar. Kita bertanya, “Mengapa aku harus melewati ini? Kenapa bukan jalan yang lebih mudah saja?” Pada momen seperti itu, takdir terlihat seperti tamu yang datang terlambat, salah rumah, atau salah orang. Padahal ia selalu tepat waktu dan tidak pernah salah alamat.
Kadang takdir datang dalam bentuk hal yang kita inginkan. Tapi lebih sering ia datang dalam bentuk hal yang kita hindari: kegagalan, kehilangan, jalan buntu, atau orang-orang yang tiba-tiba pergi. Kita mengira itu gangguan, padahal justru itu pintu.
Takdir bekerja seperti gelombang yang tidak pernah capai mendorong kita ke arah yang sebenarnya. Kita bisa menunda, bisa menolak, bisa mengeluh—tetap saja akhirnya kita digiring ke tempat yang harus kita datangi. Bukan yang kita mau, tetapi yang kita perlu.
Ada peristiwa yang tampak kecil namun mengubah arah hidup. Ada pertemuan yang terlihat biasa namun membuka perjalanan panjang. Ada kegagalan yang membuat kita marah, tapi justru itu yang merobek ego agar hati kita bisa belajar. Tuhan bekerja dengan cara yang halus, kadang menyakitkan, tapi selalu presisi.
Kita sering baru mengerti takdir setelah luka mereda. Setelah badai lewat, barulah semua garis terlihat rapi. Yang dulu kita anggap musibah, ternyata pondasi. Yang dulu terasa kehilangan, ternyata penyelamatan. Yang dulu membuat kita jatuh, ternyata menguatkan tulang dalam.
Takdir tidak pernah tersesat. Hanya kita yang sering membaca hidup dengan mata gelisah. Jika kita perlahan belajar melihat dengan tenang, kita akan menyadari satu hal sederhana: yang datang dalam hidup ini memang dikirim untuk kita—karena Tuhan tidak pernah salah menitipkan sesuatu.
Ya Allah, yang menguasai alam semesta raya
lapangkanlah dada kami untuk menerima ketentuan-Mu.
Tenangkanlah hati kami agar tidak menolak apa yang Engkau tetapkan.
Jadikanlah setiap peristiwa sebagai hikmah, setiap luka sebagai pelajaran,
dan setiap jalan buntu sebagai petunjuk ke arah yang Engkau ridai.
Jika Engkau menunda sesuatu, berikan kami kesabaran.
Jika Engkau percepat sesuatu, berikan kami kesiapan.
Jika Engkau alihkan sesuatu, berikan kami pemahaman.
Dan jika Engkau berikan sesuatu, jadikan kami hamba yang tidak sombong.
Sungguh, takdir-Mu tidak pernah salah alamat.
Yang kami mohon hanyalah hati yang siap menerimanya.
Âmînn yaa rabb **Red)
